Menjelajah Hukum Lewat Berita: Bagaimana Media Massa Membentuk Kesadaran Publik
Media massa, dari televisi, radio, surat kabar, hingga platform daring dan media sosial, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Lebih dari sekadar penyalur informasi, media memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini, persepsi, dan bahkan kesadaran hukum masyarakat. Perannya ini ibarat pedang bermata dua: mampu mencerahkan sekaligus berpotensi menyesatkan.
Di satu sisi, media massa adalah instrumen vital dalam meningkatkan literasi hukum masyarakat. Melalui berita, liputan investigasi, analisis kasus, hingga program edukasi, masyarakat dapat memahami hak dan kewajiban mereka, prosedur hukum yang berlaku, serta perkembangan undang-undang baru. Media juga berfungsi sebagai "mata publik" yang mengawasi kinerja lembaga penegak hukum, mengungkap praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, atau ketidakadilan. Transparansi yang didorong media ini esensial untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum dan mendorong akuntabilitas.
Namun, pengaruh media juga memiliki sisi yang perlu dicermati. Sensasionalisme dalam pemberitaan seringkali mengedepankan drama dan emosi ketimbang fakta dan kedalaman analisis. Hal ini dapat memicu "peradilan oleh media", di mana opini publik terbentuk dan menghakimi seseorang sebelum proses hukum final di pengadilan, berpotensi merusak asas praduga tak bersalah. Selain itu, kecepatan penyebaran informasi di era digital, ditambah dengan maraknya berita palsu (hoaks) atau informasi yang bias, dapat membingungkan masyarakat dan bahkan merusak kepercayaan terhadap institusi hukum yang sah.
Singkatnya, media massa adalah kekuatan yang tak terbantahkan dalam membentuk kesadaran hukum. Potensinya untuk mendidik, memberdayakan, dan mengawasi sangatlah besar. Namun, diperlukan pula kebijaksanaan dari pihak media untuk menyajikan informasi yang akurat dan berimbang, serta kemampuan kritis dari masyarakat untuk menyaring dan mencerna informasi hukum agar kesadaran yang terbangun adalah kesadaran yang utuh dan bertanggung jawab.
